
Co-development Workshop DUALIS
1 Juli – 9 Juli 2026
Tasikmalaya, Jawa Barat & Timor Tengah Selatan, Nusa Tenggara Timur – Tim peneliti The DUALIS Study melaksanakan Co-development Workshop di Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, dan Kabupaten Timor Tengah Selatan, Nusa Tenggara Timur, pada tanggal 1 Juli 9 Juli 2026. Kegiatan ini merupakan bagian dari tahapan persiapan implementasi penelitian yang bertujuan memperkuat strategi peningkatan skrining dan tata laksana sifilis pada ibu hamil melalui pendekatan kolaboratif yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan.
The DUALIS Study dengan peneliti utama Prof. Ari Natalia Probandari, dr., MPH., Ph.D dan merupakan penelitian kolaboratif yang melibatkan berbagai institusi nasional dan internasional. Penelitian ini bertujuan mengembangkan serta mengevaluasi intervensi untuk meningkatkan skrining dan penatalaksanaan sifilis pada ibu hamil sebagai bagian dari upaya pencegahan penularan sifilis dari ibu ke anak di Indonesia.
Co-development Workshop diselenggarakan sebagai forum untuk menyelaraskan rancangan intervensi dengan kondisi nyata di lapangan. Kegiatan ini mempertemukan tim peneliti, tenaga kesehatan, perwakilan dinas kesehatan, fasilitas pelayanan kesehatan, serta berbagai pemangku kepentingan di daerah untuk mendiskusikan strategi implementasi yang efektif, aplikatif, dan sesuai dengan kebutuhan masing-masing wilayah.



Selama workshop berlangsung, peserta berpartisipasi aktif dalam sesi diskusi, telaah instrumen penelitian, serta penyusunan rekomendasi terhadap berbagai komponen intervensi yang akan diterapkan. Berbagai masukan yang diperoleh menjadi bagian penting dalam proses penyempurnaan desain penelitian agar implementasi program dapat berjalan secara optimal dan memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kualitas pelayanan kesehatan ibu.
Melalui pendekatan co-development, para peserta memiliki kesempatan untuk berkontribusi dalam penyempurnaan strategi implementasi sehingga intervensi yang dikembangkan benar-benar sesuai dengan kebutuhan layanan kesehatan di daerah. Kegiatan ini juga memperkuat kolaborasi antara institusi akademik, pemerintah daerah, fasilitas pelayanan kesehatan, dan mitra penelitian dalam mendukung peningkatan kualitas layanan kesehatan ibu.
Hasil dari Co-development Workshop akan menjadi dasar penyempurnaan strategi implementasi The DUALIS Study sebelum memasuki tahap intervensi. Dengan kolaborasi yang erat antarpemangku kepentingan, penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan cakupan skrining sifilis pada ibu hamil, memperkuat tata laksana kasus, serta mendukung upaya pencegahan penularan sifilis dari ibu ke anak di Indonesia.


